Human capital, adalah pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan seseorang
yang dapat digunakan untuk menghasilkan layanan profesional. Human
capital mencerminkan kemampuan kolektif perusahaan untuk menghasilkan
solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh orang-orang
yang ada dalam perusahaan tersebut.
Pengembangan human capital ini antara lain dapat dilakukan melalui ;
Internalisasi Corporate Culture
Memastikan pelaksanaan Good Corporate Governance
Mengembangkan SDM profesional sebagai human capital yang produktif dan prudent
Menciptakan pemimpin/leader sebagai role model & people manager
Menegakkan dan meningkatkan kepatuhan hukum
Social capital, merupakan syarat penting untuk menggerakkan sebuah
organisasi, bahkan untuk pembangunan. Untuk itu, social capital harus
dikenali dan dikembangkan pula. Konsep social capital dapat diterapkan
untuk upaya pemberdayaan masyarakat. Social capital menjadi semacam
perekat yang mengikat semua orang dalam masyarakat. Di dalamnya berjalan
“nilai saling berbagi” (shared values) serta pengorganisasian
peran-peran (rules) yang diekspresikan dalam hubungan-hubungan personal
(personal relationships), kepercayaan (trust), dan common sense tentang
tanggung jawab
bersama.
Konsep Human Capital Management (HCM) menjawab pemikiran bagaimana
seseorang mempunyai kompetensi sesuai dengan jabatan/posisi kerjanya
dengan menempatkan insan pekerja yang bertalenta tinggi untuk menempati
jabatan/posisi yang cocok dengan talenta mereka. Teori ini menganggap
bahwa profit bisnis berkembang dan berkelanjutan ketika perusahaan mampu
menghasilkan barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan
dengan lebih baik ketimbang yang ditawarkan para pesaingnya.
Pendekatan HCM sebagai suatu sistem dirancang untuk menciptakan
keunggulan kompetitif yang -bersinambung melalui pengembangan karyawan.
Tidak semua peran penting dalam suatu perusahaan memiliki derajat yang
sama dalam menciptakan kepuasan pelanggan dan pemegang saham. Namun yang
terpenting ketika menempatkan peran kinerja karyawan terhadap
perusahaan maka mereka harus memiliki kemampuan terbaiknya dalam
memenuhi kebutuhan pelanggan ketimbang karyawan di perusahaan
pesaingnya.
Human capital management menjadi sangat penting karena merupakan sumber
inovasi dan pembaruan. Terdapat dua hal yang mendukung kontribusi
investasi HCM ke dalam perusahaan, yaitu :
(i) karyawan dengan human capital yang tinggi lebih memungkinkan untuk
memberikan layanan yang konsisten dan berkualitas tinggi, sehingga
perusahaan dapat mempertahankan pelanggan atau menarik pelanggan baru;
(ii) pelanggan potensial dapat mempergunakan kualitas human capital dari
karyawan perusahaan sebagai alat penyaring untuk memilih layanan yang
mereka sediakan.
Peran Human Capital Management
Dave Ulrich (1997) menjelaskan empat peran human capital dalam membangun organisasi yang kuat, diantaranya :
• Management of Strategic human resources
Strategi ini membahas tentang proses masa depan
• Management of Transformation and Change
Kegiatan utamanya adalah membawa organisasi kearah yang lebih produktif
dengan tingkat keuntungan yang tumbuh secara berkesinambungan.
• Management of Firm Infrastructure
kegiatan pokoknya adalah melakukan suatu rekayasa ulang untuk menuju ke arah perbaikan organisasi
• Management of Employee Contribution
merupakan suatu usaha untuk meningkatkan loyalitas kemampuan karyawan.
Strategi HCM dapat dikembangkan dengan mempergunakan data yang diberikan
oleh pengukuran dan pelaporan HCM. Strategi HCM hanya dapat dipelajari
dalam konteks perusahaan berbadan hukum dan strategi bisnis.
Adapun pendekatan yang digunakan HCM meliputi :
(1) menempatkan modal manusia sebagai aset dan pemeran pokok yang unggul dalam menciptakan kinerja bisnis maksimum;
(2) cara perhitungan dan pengelolaan modal manusia sama seperti yang dilakukan dalam pengelolaan modal finansial; dan
(3) manajer perusahaan mampu belajar dari pengalamannya untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih baik secara progresiv.
Yang lebih ditekankan pada pendekatan HCM adalah pengembangan potensi
karyawan dan staf manajemen. Karena itu maka ukuran-ukuran kinerja
menjadi hal yang sangat penting.
Yang perlu diingat dalam pengembangan HCM adalah tujuan fundamentalnya,
yaitu untuk mencapai satu pemahaman yang lebih baik dalam memutuskan
sesuatu hal yang harus dilaksanakan. Pada akhirnya, HCM digunakan untuk
mencapai tujuan yaitu memperhatikan bagaimana bisnis ditingkatkan,
pengaruhnya terhadap kinerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar